5 Cara Cegah Korsleting Listrik dan Hal yang Menyebabkannya

cara mencegah korsleting listrik
cara mencegah korsleting listrik

Keberadaan listrik sangat penting untuk menunjang aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Rangkaian listrik disediakan sedemikian rupa sebagai jalur yang bertujuan untuk mengalirkan energi listrik dengan aman ke seluruh panel rumah melalui stop kontak. Meskipun begitu, risiko korsleting listrik juga bisa berakibat fatal jika Anda mengabaikannya. Korsleting listrik bisa menandakan bahwa ada masalah pada sistem kelistrikan di rumah Anda. Ada banyak penyebab mengapa korsleting listrik bisa terjadi seperti kabel rusak/tua, gigitan tikus/serangga, konduktor yang terbuka, terkena air/lembab, atau sambungan longgar. Dari penyebab tersebut, ada beberapa cara mencegah korsleting listrik yang bisa dilakukan dari sekarang.

Korsleting listrik terjadi akibat adanya aliran listrik yang menyimpang dari garis kabel yang telah terpasang. Listrik akan secara alami tertarik ke arah jalur pendek karena dianggap lebih mudah untuk dilalui. Hal ini menyebabkan aliran arus listrik akan melalui jalur yang lebih pendek atau tidak mengikuti aliran yang seharusnya. Dalam beberapa kasus, korsleting dapat menyebabkan mati listrik. Dalam kasus yang fatal fenomena ini juga dapat menyebabkan percikan api, panas berlebih, kerusakan perangkat elektronik, bahkan kebakaran. Hal ini tentunya dapat mengganggu produktivitas harian Anda dan menimbulkan ketidaknyamanan.

Dengan mengambil langkah yang tepat Anda bisa meminimalisir terjadinya korsleting listrik sehingga memberikan keamanan dan kenyamanan bagi Anda sekeluarga. Apa saja sih aktivitas serta peralatan rumah tangga yang berpotensi menyebabkan korsleting listrik? Simak penjelasannya dan juga cara mencegah korsleting listrik berikut ini.

1. Komponen listrik yang terkena air

Semua komponen di rumah Anda harus selalu dipastikan berada dalam keadaan kering. Ketika komponen listrik menjadi lembab atau terkena air maka akan menimbulkan percikan api yang dapat membuat korsleting atau bahkan kebakaran. Peralatan elektronik rumah tangga yang rentan terkena air misalnya saja dispenser, kulkas, atau pompa air.

Pencegahan: Air adalah zat yang dapat menghantarkan listrik. Pastikan semua sambungan listrik seperti perangkat elektronik, stop kontak, terminal listrik, dan komponen listrik lainnya terhindar dari air.

2. Hindari terminal listrik yang terlalu banyak

Menggunakan terminal listrik untuk menyalurkan tegangan ke berbagai alat elektronik memang hal yang wajar dilakukan. Meskipun begitu, mencolok beberapa terminal listrik sampai menumpuk dapat menaikan suhu yang menyebabkan panas berlebih sehingga terjadi korsleting. Cobalah untuk mendistribusikan beban listrik secara merata ke beberapa terminal listrik.

Pencegahan: Pasanglah MCB karena dapat membantu melindungi sistem kelistrikan dari lonjakan arus yang dapat menyebabkan korsleting. Perangkat ini bekerja dengan mengalihkan tegangan berlebih ke tanah sehingga melindungi perangkat elektronik dan sistem listrik di rumah Anda.

3. Perbaiki komponen listrik yang longgar atau rusak

Tidak sedikit orang yang mengabaikan komponen listrik yang longgar karena dirasa masih aman. Komponen listrik yang tidak stabil akan berpotensi menimbulkan percikan api yang menyebabkan terjadinya korsleting.

Pencegahan: Jangan ragu untuk memanggil teknisi berpengalaman untuk memperbaiki komponen yang longgar atau rusak. Anda juga bisa sekaligus meminta teknisi untuk menata kabel listrik agar lebih rapi dan lebih tahan lama.

4. Mengabaikan perangkat elektronik yang tidak digunakan

Banyaknya perangkat elektronik yang digunakan dalam satu rumah bisa membuat beban listrik menjadi terlalu berat. Hal ini bisa menyebabkan sekring menjadi naik turun dan akhirnya memutus aliran listrik. Jika dibiarkan terus menerus, arus listrik tidak stabil dan berisiko mengalami korsleting. Peralatan rumah tangga yang memiliki beban tinggi yaitu setrika, dispenser, mesin cuci, AC dan air. Jika semuanya dipakai dalam waktu yang bersamaan bisa menyebabkan sekring turun, terlebih jika daya listrik di rumah Anda rendah.

Pencegahan: Yang harus Anda lakukan untuk mengurangi beban listrik yaitu dengan mencabut perangkat elektronik yang tidak digunakan atau menaikkan daya listrik di rumah.

5. Komponen atau alat listrik yang tidak sesuai standar

Perangkat listrik yang tidak sesuai dengan standar keamanan atau berkualitas rendah dapat meningkatkan risiko terjadinya korsleting listrik. Hal ini dikarenakan komponen penyusunnya terlalu ringkih dan mudah rusak.

Pencegahan: Pasanglah instalasi listrik, gunakan peralatan listrik, dan perangkat elektronik sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal ini agar instalasi listrik di rumah Anda terjamin keamanannya.

Sama seperti perangkat elektronik, sistem dan komponen listrik dirumah Anda juga harus diperiksa secara berkala. Sekuat apapun komponen listrik yang digunakan pasti akan rapuh akibat pemakaian yang sudah terlalu lama. Jika Anda melihat tanda-tanda kerusakan pada komponen listrik sebaiknya langsung lakukan pencegahan untuk menghindari terjadinya korsleting listrik.

rekomendasi alat cegah korsleting listrik

Rekomendasi Produk Onassis untuk Mencegah Korsleting Listrik

Pemeriksaan rutin pada breaker bisa jadi salah satu cara mencegah korsleting listrik. Jika Anda masih menggunakan breaker lama, ada baiknya untuk mempertimbangkan untuk beralih ke smart breaker yang memberikan banyak manfaat luar biasa. Smart Breaker B5 dari Onassis menawarkan kenyamanan kontrol jarak jauh, pemantauan energi listrik, dan integrasi tanpa batas dengan perangkat elektronik di rumah Anda melalui smartphone. Jika terjadi lonjakan listrik, Anda akan mendapatkan notifikasi sehingga bisa mencegah terjadinya korsleting listrik. Hal ini tentunya menjadi keunggulan utama karena bisa memberikan perlindungan ekstra bagi Anda sekeluarga sekaligus rumah Anda.