Fungsi utama dari pintu adalah meningkatkan keamanan dan privasi penghuni rumah. Sayangnya, komponen yang ada pada pintu rumah juga akan mengalami penurunan kualitas jika lingkungan kurang mendukung. Terutama bagi pintu utama yang berbatasan langsung dengan lingkungan luar. Bisa juga karena perawatan yang cenderung sulit sehingga penghuni rumah jarang membersihkan dan/atau mengecek keadaannya. Alhasil terjadilah beberapa gangguan pintu, seperti macet, sulit dibuka, berderit, dan lain-lain. Simak ulasan cara mengatasi pintu rumah seret dan penyebabnya.
Penyebab Pintu Rumah Seret
1. Bahan daun pintu kurang berkualitas
Daun pintu berbahan kayu yang kurang berkualitas akan lebih cepat memuai dan perubahan ukuran menjadi ekstrem. Salah satu contoh karakternya adalah kayu yang masih lembab sehingga teksturnya kurang padat. Saat terkena suhu panas atau cahaya terus menerus, pintu menjadi lebih besar beberapa milimeter. Akibatnya, daun pintu menjadi lebih seret saat digerakkan.
2. Daun pintu mengalami perubahan ukuran
Penyebab paling umum pintu rumah yang seret adalah terjadinya pemuaian, baik yang berbahan kayu maupun bahan lainnya. Terutama jika pintu terpapar sinar matahari atau suhu ekstrem dengan intensitas tinggi. Pemuaian ini membuat daun pintu lebih besar sehingga jarak dengan lantai semakin kecil atau bahkan tidak ada.
3. Pemasangan daun pintu dan kusen kurang tepat
Masih berkaitan dengan pemuaian, hal ini sebenarnya bisa dicegah dengan memberikan ruang pemuaian yang cukup saat pemasangan. Namun pengukuran yang salah bisa mengakibatkan ruang pemuaian tidak cukup. Baik pada daun pintu maupun kusen sama-sama memengaruhi hal ini. Selain itu, adanya sekrup yang renggang juga membuat pintu dan engsel tidak terhubungkan dengan sempurna.
4. Terjadi penumpukan kotoran pada engsel pintu
Penyebab terakhir erat kaitannya dengan bagian engsel pintu, yaitu terjadinya penumpukan kotoran. Engsel terletak pada sudut yang berpotensi besar menangkap debu atau kotoran kecil. Sehingga bila tidak dibersihkan secara berkala, pergerakan engsel menjadi terhambat dan pintu akan seret. Pada beberapa kondisi bahkan engsel dapat berkarat jika kotoran bersifat korosif.

Cara Mengatasinya
1. Menjemur daun pintu yang lembab
Pada penyebab yang pertama, Anda perlu melakukan pencopotan daun pintu kemudian menjemurnya di bawah sinar matahari merata sampai benar-benar kering. Pastikan juga ukurannya telah kembali pada ukuran asli sehingga Anda perlu cermat mengukurnya. Apabila warna pintu memudar akibat proses ini, Anda dapat melapisinya kembali dengan cat yang bisa menutup pori-pori kayu.
2. Mengecek dan membersihkan engsel dan komponen pintu yang lain
Bila masalahnya terletak pada engsel yang kotor, lakukan pembersihan secara menyeluruh. Jika perlu, lakukan pencopotan seperti cara yang pertama dan pastikan sekrup kencang saat memasang kembali. Jangan lupa juga untuk mengecek komponen pintu lain yang ukurannya kecil seperti pada perangkat penguncian. Mulai dari strike plat, deadbolt, lubang kunci, dan sebagainya. cukup dengan lap atau sikat gigi bekas kurang lebih sebulan sekali sudah meningkatkan performa engsel.
3. Memberikan pelumas pada komponen yang masih bisa digunakan
Setelah dilakukan pembersihan, jangan lupa memberikan pelumas pada semua komponen berbahan logam. Terutama untuk komponen lama, kering, dan memiliki bekas karat namun masih bisa digunakan. Akan lebih baik jika Anda berkonsultasi dengan penyedia produk, tukang, atau teknisi ahli terkait jenis pelumas yang harus dipilih. Bila produk pelumas sulit dicari, Anda bisa menggunakan oli kendaraan, minyak bayi, minyak zaitun, atau minyak kelapa.
4. Mengganti komponen pintu yang rusak
Ada saatnya engsel atau daun pintu mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga cara mengatasi pintu rumah seret adalah dengan menggantinya. Pintu rumah seret dan berderit adalah tanda paling umum untuk membongkar dan menggantinya dengan komponen baru. Pastikan Anda memilih produk berkualitas tinggi agar lebih awet dan untuk mengurangi kemungkinan cepat rusak.
Khusus saat memasang engsel, jarak yang ideal adalah 50 cm dari batas kusen atas dan 30 cm dari lantai. Sedangkan untuk jarak pemuaian yang ideal adalah 1-2 mm pada pintu utama dan 4 mm pada pintu di dalam ruangan. Jarak ini dapat berubah tergantung pada intensitas paparan cahaya, suhu, hingga tingkat keamanan dan privasi penghuni rumah.

Ganti Komponen Rusak dengan Produk Berkualitas
Menyambung dari poin terakhir di atas, penggantian komponen pintu tentu harus dipilihkan dengan produk yang berkualitas. Material yang mudah dibersihkan dan tidak mudah berkarat adalah solusinya. Onassis siap membantu Anda memiliki engsel pintu dan lockset terbaik.
1. Engsel Pintu
Menggunakan material stainless steel, Anda akan lebih mudah melakukan perawatan karena tidak mudah berkarat. Engsel pintu dari Onassis juga menawarkan ukuran yang beragam dalam satu toko.
2. Lockset LHD/ONS ALPEN
Sedangkan untuk komponen penguncian, Lockset LHD/ONS ALPEN adalah solusinya. Dengan model handle lever, Anda sudah bisa mendapatkan satu set sistem penguncian beserta 3 buah anak kunci. Material yang digunakan adalah stainless steel, solid brass, hingga hardened steel.
Tidak hanya itu, Onassis juga menawarkan lebih banyak door hardware dengan material dan model yang beragam. Mulai dari handle pintu hingga aksesorisnya bisa Anda temukan di Tokopedia official Onassis. Sedangkan untuk informasi produk dan layanan yang ditawarkan, cek langsung halaman resmi Onassis pada tautan ini.

