Jenis Lampu yang Hemat Listrik Untuk Rumah dan Tipsnya

jenis lampu yang hemat listrik
jenis lampu yang hemat listrik

Salah satu komponen yang tak mungkin dilewatkan dalam membangun rumah adalah pencahayaan. Dalam konsep rumah yang sehat dan hemat energi, pencahayaan alami dari sinar matahari dimanfaatkan dengan maksimal. Kemudian untuk mendukung penghematan energi tersebut, banyak orang mulai memperhatikan jenis lampu yang hemat listrik. Terutama untuk ruangan yang sering digunakan pada malam hari. Jenis lampu yang hemat listrik adalah solusi tepat untuk beberapa hal. Menekan penggunaan listrik, mendukung teknologi ramah lingkungan, hingga menurunkan biaya perawatan. Simak daftarnya di bawah ini beserta tips agar lampu terang dan awet.

Jenis Lampu Hemat Listrik

Di bawah ini adalah jenis lampu yang hemat listrik dan sangat direkomendasikan untuk penggunaan pada hunian .

1. CFL

Jenis pertama adalah lampu CFL atau Compact Fluorescent Lamp. Tidak jarang bentuknya hampir sama dengan lampu pijar tungsten namun lampu CFL jauh lebih hemat energi. Selain itu, lampu ini menggunakan Vac 220 Volt sehingga energi yang dibutuhkan untuk menyala rata-rata hanya ¼ bagian dibanding lampu pijar. Hal ini membuatnya memiliki tingkat cahaya yang lebih tinggi dan tahan lama. Bentuk yang paling umum ditemui adalah berupa tabung spiral dengan desain khas. 23 watt lampu CFL dapat menyala kurang lebih 10.000 jam dan setara dengan 80 watt lampu pijar dengan masa nyala hanya 1.000 jam. Jauh sekali perbedaannya, bukan?

2. LED

LED menjadi jenis lampu yang paling hemat listrik. Sebagai pembanding dengan jenis sebelumnya, 10 watt lampu LED dapat menyala kurang lebih selama 30.000 jam. Light Emitting Diode (LED) terbuat dari bahan mineral inorganik, lampu ini lebih tahan lama sehingga usia penggunaan jauh lebih lama. Untuk cahaya, lampu LED memiliki tingkat terang yang lebih tinggi dibanding lampu CFL dengan selisih mencapai hampir 30 lumens/watt.

jenis lampu yang hemat listrik

Sumber: Freepik

Lebih Jauh Soal Lampu LED

Tidak berhenti sampai disitu, lampu LED sekarang menjadi pilihan banyak orang. Selain usia penggunaan yang lama sehingga tidak perlu sering mengganti, LED juga mampu menghemat listrik. Bahkan jenis dari lampu LED sudah sangat beragam, baik itu dilihat dari bentuknya, warna, bahan yang digunakan, hingga fitur bawaan yang disesuaikan dengan penggunaannya.

Salah satu yang mulai populer digunakan adalah lampu LED pintar atau smart LED. Lampu tanpa kabel ini bekerja dengan voltase rendah dengan model yang lebih bervariasi. Perangkat ini dianggap lebih aman dibanding jenis lampu lain dan lebih ramah lingkungan. Selain sinar cahaya yang lebih terang, lampu LED pintar juga memiliki fitur pengaturan redup. Jadi penggunaannya akan jauh lebih fleksibel.

Tips Lampu Terang dan Awet

Dari penjelasan di atas, lampu LED menjadi yang paling disarankan untuk digunakan berbagai macam ruangan dan/atau hunian. Meski usia lampu lebih lama dibanding jenis lain, lampu LED juga perlu mendapatkan perawatan yang tepat agar terangnya lebih awet.

1. Arus dan tegangan sesuai

Sebelum menggunakan, pastikan tegangan dan arus yang ada pada lampu sesuai. Anda perlu melihat jumlah watt lampu sebelum membeli dan memasang dan memastikan daya yang dibutuhkan sesuai dengan sumber daya. Ketika tegangan atau sumber daya lebih besar, lampu akan lebih rentan mati.

2. Suhu relatif stabil

Ketika suhu ruangan tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas, lampu LED akan lebih tahan lama dan relatif cepat menyala. Suhu ruangan yang disarankan adalah antara 11-27 derajat Celcius. Perhatikan juga apakah bukaan rumah pada siang dan malam hari memengaruhi suhu di dalam ruangan.

3. Ruangan dengan sirkulasi udara yang baik

Masih berkaitan juga dengan suhu ruangan yang naik, sirkulasi udara cenderung menjadi kurang baik. Apalagi jika ruangan tersebut tidak memiliki ventilasi yang cukup. Setidaknya berikan ruang dengan diameter 1-2 inci agar sirkulasi udara mendukung performa lampu.

4. Kelola nyala dan matinya dengan tepat

Hindari atau kurangi terlalu sering menyalakan dan mematikan lampu LED. Hal ini dapat menurunkan daya tahan lampu. Jika Anda merasa lampu terlalu terang namun masih membutuhkan cahaya, maka ini saatnya untuk beralih ke LED pintar seperti yang telah disinggung di atas.

jenis lampu hemat listrik

Sumber: Pexels

Sekarang, apakah lampu di rumah Anda sudah termasuk hemat energi? Apabila Anda ingin beralih ke jenis lampu yang hemat listrik, pastikan untuk memilih produk yang berkualitas. Seperti yang telah dijelaskan tadi, saat ini telah banyak produk lampu LED yang menawarkan berbagai macam fitur.

Tidak hanya sekedar menyala, Anda dapat mengatur redup dan terangnya lampu. Bahkan mengganti warna sesuai dengan mood saat itu. Onassis Smart Light Bulb hadir dengan semua fitur tersebut. Selain dapat diatur jadwal menyala dan matinya, Anda juga dapat mengontrolnya dengan efektif melalui aplikasi Onassis. Perintah suara juga memungkinkan dengan dukungan asisten suara berbasis AI. Ayo dapatkan produknya yang asli dengan mengunjungi Onassis di Tokopedia. Lihat juga rekomendasi smart things lainnya melalui tautan ini.