Menerapkan berbagai kecanggihan dan kemudahan rumah pintar memang menjadi tantangan yang membuahkan hasil besar. Melihat besarnya dampak positif yang ditawarkan oleh konsep rumah pintar membuat banyak orang mulai merencanakan langkah pembuatan smart home. Salah satu indikator yang paling sering diperhatikan adalah perangkat pintar atau smart things yang akan digunakan. Kemudian merambah pada pertanyaan: berapa kecepatan internet yang dibutuhkan? Apakah kecepatan internet yang sudah ada akan menurun seiring dengan bertambahnya smart things? Ikuti pembahasannya hingga akhir berikut ini.
Smart Things yang Umum Digunakan
1. CCTV, Sensor Gerakan, Kunci Pintar, dan Sirine Alarm
Pada sektor keamanan hunian, smart things tersebut membentuk sebuah sistem yang memungkinkan Anda mendapat notifikasi ketika ada akses paksa dan/atau mencurigakan ke dalam rumah. Termasuk membunyikan alarm untuk memperingatkan penghuni rumah. Perangkat kamera pada CCTV adalah komponen yang paling banyak membutuhkan koneksi internet.
2. Lampu Pintar, Sakelar Pintar, dan Asisten Virtual
Lalu untuk pencahayaan rumah, lampu dan sakelar pintar menjadi perangkat smart home paling dicari. Pengoperasiannya dapat dilakukan dengan touchscreen dan/atau perintah suara yang diintegrasikan dengan asisten virtual. Dalam sekali perintah menyala dan mematikan, hanya membutuhkan bandwidth yang sama saat Anda melakukan pencarian di Google.
3. Robot Sapu, Smart Dffuser, dan Lampu UVC Pintar
Berikutnya adalah perangkat pintar yang masuk dalam kategori kebersihan dan menjadi perangkat pintar populer untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi urusan domestik. Ketika alat-alat ini tidak digunakan, maka tidak ada energi listrik dan bandwidth yang dikeluarkan.
4. Smart TV, Smart AC, dan Kulkas Pintar
Untuk kategori perangkat pintar yang satu ini termasuk dalam smart things yang membutuhkan energi cukup besar, termasuk transfer data melalui internet. Penghuni rumah cenderung memanfaatkan alat-alat ini setiap waktu dengan durasi yang panjang.

Kecepatan Internet dan Aktivitas Penghuni Rumah
Dari sekian banyak perangkat pintar di atas, dapat dikatakan bahwa semakin banyak perangkat yang dipasang maka semakin besar bandwidth yang dibutuhkan. Besarnya bandwidth ditentukan dari besarnya data yang ditransfer dalam satu waktu, baik untuk mengunggah maupun mengunduh. Sebagai contoh, rumah yang aktif menggunakan TV pintar untuk menikmati streaming film setiap malam tentu membutuhkan bandwidth yang lebih besar dibanding rumah yang jarang sekali melakukannya.
1. 5mbps
Bila Anda berencana menggunakan perangkat sederhana seperti smart things pada kategori 1 hingga 3, maka 5 mbps sudah mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dengan catatan pada kategori pertama, Anda tidak menggunakan kamera pintar dengan resolusi tinggi. Sebagai gambaran penghitungan setiap perintah suara menyalakan lampu, perangkat hanya membutuhkan kurang dari 1 kb. Dengan kecepatan internet 5mbps, Anda bisa menyalakan dan mematikan lampu pintar sebanyak 500 kali sehari.
2. 10mbps
Sedangkan jika pemanfaatan perangkat pintar Anda cukup intensif dengan frekuensi yang tinggi, maka sebaiknya Anda menggunakan kecepatan internet minimal 10 mbps. Untuk level ini, biasanya hunian tersebut ditinggali oleh penghuni dengan karakter yang aktif berkegiatan di dalam rumah. Misalnya, ikut kelas online, bekerja dari rumah, berjualan online, dan sebagainya. Penggunaan perangkat kategori 4 menjadi konsumsi internet terbesar.
Kecepatan internet yang satu ini juga kerap dikaitkan dengan penggunaan kamera yang aktif mendeteksi gerakan di sekitarnya selama 24 jam penuh. Pertukaran data berupa video dan mengirimkannya pada penghuni rumah secara real time termasuk dalam hal yang paling signifikan dalam memilih besaran bandwidth.

Tips Pasang WiFi dan Cara Mengoptimalkannya
1. Rencanakan Perangkat dan Perkirakan Bandwidth
Perangkat pintar yang dibutuhkan dan dimiliki akan memengaruhi Anda dalam memasang koneksi internet. Karena semakin banyak perangkat yang digunakan, maka kecepatan internet yang sudah terpasang dapat semakin turun. Oleh karena itu, perencanaan yang matang akan membantu Anda menerapkan smart home. Selain besarnya bandwidth, kestabilan jaringan juga penting untuk diperhatikan. Beberapa perangkat justru akan lebih rentan rusak jika koneksi internet Anda kurang stabil.
2. Mengelola Pengaturan Perangkat
Tips berikutnya adalah memperhatikan pengelolaan perangkat, baik intensitas nyala matinya maupun level transfer data yang dilakukan sehari-hari. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah resolusi kamera CCTV dan video streaming, masa aktif AC saat tidak ada orang di rumah serta tingginya suhu, mode nyala lampu hemat energi, dan masih banyak lagi lainnya.
3. Koneksi Berkabel dan Tanpa Kabel
Pertimbangkan juga untuk menghubungkan beberapa perangkat pintar yang optimal ketika dipasang dengan koneksi kabel. Sedangkan penggunaan sinyal WiFi untuk area yang luas, gunakan tambahan perangkat seperti router. Serta cek performa perangkat secara berkala, terutama saat koneksi internet Anda kurang sesuai dengan kecepatan yang dibutuhkan.
Sampai sini, apakah Anda semakin yakin menerapkan konsep rumah pintar? Kecepatan internet tidak lagi menjadi masalah berarti jika Anda mampu mengelolanya dengan benar. Justru dengan adanya smart things yang terpasang, pengelolaan energi hunian Anda menjadi lebih mudah. Bicara soal smart things, sudahkah Anda menentukan perangkat apa saja yang dibutuhkan?
Untuk akses beragam smart things dalam satu tempat, Onassis siap membantu Anda secara menyeluruh. Mulai dari perangkat kebersihan, keamanan, dan pencahayaan rumah bisa Anda dapatkan melalui satu toko yang sama. Dengan aplikasi Onassis Smart Living dan teknisi terpercaya, pengalaman menerapkan smart home Anda akan lebih menarik dan optimal.


