Konsep atau desain rumah memang memengaruhi semua furnitur yang nantinya akan dipasang. Salah satunya adalah saat memilih jenis pintu, baik pintu utama rumah maupun pintu untuk setiap ruangan. Pintu geser menjadi satu dari beberapa jenis pintu yang banyak dipilih oleh pemilik rumah. Secara fungsi, pintu geser dan pintu bukaan sama-sama membantu meningkatkan keamanan ruangan dan hunian. Meskipun secara perawatan dan sistem pengunciannya berbeda, nyatanya pintu geser tak kalah saing dengan pintu bukaan. Mari melihat plus minus pintu geser, trik kunci pintu geser, dan rekomendasinya.
+ Plus Menggunakan Pintu Geser
1. Memaksimalkan Fungsi Ruang
Pintu geser memungkinkan Anda memanfaatkan ruangan secara maksimal karena tidak ada sudut terbuang saat pintu dibuka. Keuntungan ini biasanya dicari oleh penghuni rumah dengan lahan terbatas, misalnya penerapan konsep tiny house. Sedangkan pada konsep hunian lain, jenis pintu ini akan sangat berguna jika penghuni rumah cukup sering mengganti dan memindahkan furnitur interior.
2. Memberi Kesan Ringkas dan Sederhana
Dengan model tanpa bingkai atau kusen pintu, pintu geser bisa memberikan kesan sederhana, minimalis, dan lebih ringkas dibanding pintu bukaan. Bahkan pada komponen pegangannya, Anda tidak membutuhkan model yang berlebihan. Hal ini karena desain pegangan untuk pintu geser biasanya tertanam dalam daun pintu.
3. Lebih Tangguh
Dengan adanya rel atau pocket sliding yang terpasang pada dinding ruangan, pintu geser menjadi lebih sulit dibuka paksa dari luar akibat penahan yang kokoh. Hal ini membuat jenis pintu geser lebih tangguh dan aman. Berbeda dengan pintu bukaan yang ditahan dengan beberapa engsel saja.
4. Media Pemisah Antara Ruang
Untuk Anda yang tidak terlalu suka batas ruangan permanen dengan tembok, pintu geser dapat dijadikan sebagai partisi antar ruangan. Biasanya konsep ini akan membutuhkan daun pintu dengan bahan yang lebar dan ringan. Beberapa hunian bahkan menggunakan bahan kaca transparan untuk memberikan kesan luas.

– Minus Menggunakan Pintu Geser
1. Perangkat Tambahan Lebih Kompleks
Dengan tambahan perangkat keras seperti rel dan roda khusus, pemasangan pintu geser menjadi lebih kompleks. Anda mungkin akan kesulitan melakukannya sendiri. Karena metode yang digunakan untuk menyesuaikan rel, roda, dan daun pintu perlu ketelitian mengukur yang cukup tinggi agar dapat bergerak ke samping dengan mulus.
2. Perawatan Cukup Rumit
Karena perangkat yang kompleks tadi, proses perawatannya pun menjadi lebih rumit. Pengguna pintu geser perlu membersihkan rel dan roda secara berkala agar tidak terjadi penumpukan debu dan kotoran. Jika menumpuk, sistem pergeseran pintu dapat terhambat. Termasuk membersihkan kunci pintu geser dan daun pintu berbahan kaca yang cenderung lebih sering disentuh dibanding pegangannya.
3. Masih Ada Celah
Karena masih ada sedikit celah antara daun pintu dan dinding pada bagian samping pintu, privasi pengguna pintu geser sedikit turun. Selain itu, debu dan kotoran juga relatif lebih mudah masuk melalui celah ini dan berkaitan erat dengan perawatannya.
4. Menimbulkan Lebih Banyak Suara
Pintu geser juga menghasilkan suara khas yang lebih keras dibanding pintu bukaan saat menggunakannya. Hal ini karena pergesekan antara rel dan roda yang tidak dapat terpisahkan. Belum lagi jika proses menggeser daun pintunya dengan kekuatan besar dan membuat benturan pintu dengan ujung rel terjadi. Jadi sebaiknya hindari pintu jenis ini untuk kamar bayi.

Trik Pintu Geser dan Sistem Pengunciannya
Terlepas dari kekurangan pintu geser di atas, jenis pintu ini tetap memberikan manfaat yang memang dibutuhkan penghuni rumah dengan karakter tertentu. Untuk mengurangi efek dari kelemahan pintu geser, perhatikan beberapa trik memilih jenis dan sistem kunci pintu geser di bawah ini.
1. Memilih bahan dengan benar
Tidak hanya daun pintu yang ringan dan tahan lama, Anda juga perlu memperhatikan bahan dari rel dan roda anti karat yang pergesekannya mulus. Termasuk pertimbangkan juga jenis bahan atau material yang mudah dibersihkan, baik dengan minyak khusus maupun air bersih. Beberapa indikator yang bisa menjadi pedoman Anda dalam memilih jenis pintu geser adalah lokasi pintu, sistem pintu top hung atau bottom rolling. Jangan ragu melakukan konsultasi dengan pihak penyedia pintu atau tukang untuk hal ini.
2. Menentukan kunci pintu geser
Selain perangkat utama, sistem penguncian pintu geser juga perlu diperhatikan. Beberapa jenis kunci pintu yang cocok untuk sliding door adalah kunci grendel, kunci pelek, kunci loop, dan mortise & hook lock. Perlu diketahui juga untuk meningkatkan kemanannya, Anda bisa memasangkan smart lock pada pintu geser dengan ketebalan minimal 3,5 cm.
Rekomendasi Perangkat Pintu Geser
Kunci Pintu Geser

Bicara soal kunci pintu geser, Onassis memiliki lockset sliding door Bellucci 514. Khusus untuk pintu geser berbahan kayu, Lockcase Onassis Sliding 5000 SS menjadi produk yang direkomendasikan. Baik Bellucci maupun Onassis sama-sama berasal dari KMG Group yang kualitasnya tidak perlu diragukan lagi.
Rel Pintu Geser

Sedangkan untuk rel pintu geser berkualitas, Anda harus mempertimbangkan ST/ONS A5 dari Onassis. Bahan ringan dan kuatnya mampu bertahan lebih lama. Produk ini paling cocok dipasang pada pintu geser berbahan kayu dan aluminium.
Selain produk tersebut, Onassis juga memiliki perangkat keras dan perangkat pintar yang beragam. Kebutuhan hunian mulai dari pencahayaan, keamanan, dan kebersihan bisa Anda dapatkan dalam satu merek terbaik. Untuk katalog produk, Anda bisa mengaksesnya melalui halaman resmi berikut. Sedangkan akses pembelian secara online, Tokopedia Onassis dapat dibuka dari mana saja.


