Pernahkah Anda melihat adanya gangguan fungsional pintu karena ukuran yang berubah? Meski sering tidak disadari oleh mata kita, pintu yang mulai tidak nyaman digunakan akan tetap dirasakan. Apalagi jika penggunaannya hampir setiap saat seperti pintu utama dan pintu kamar. Gangguan fungsional ini juga beragam, seperti berderit, seret, pintu turun, hingga kunci pintu macet. Salah satu hal yang memicu gangguan tersebut adalah perubahan ukuran daun pintu akibat pemuaian. Simak penjelasan mengenai penyebab pintu memuai dan cara mengatasinya. Perhatikan juga rekomendasi door hardware yang mampu meminimalisir terjadinya pintu memuai.
Penyebab Umum Pintu Memuai
Hal pertama yang perlu disadari adalah cuaca di sekitar dan material daun pintu sangat memengaruhi kerentanannya untuk memuai. Material pintu yang memiliki reaksi langsung terhadap suhu dan kelembapan adalah kayu dan logam. Jadi tidak heran jika beberapa jenis pintu akan seret digunakan saat siang hari dan kembali normal pada malam harinya. Pemuaian juga tidak selalu soal ukuran yang semakin besar, namun bisa juga bertambah tebal.
Pertama, kayu mudah menyerap kelembapan di sekitarnya sehingga ukurannya menjadi lebih tebal dan/atau lebar. Begitu juga dengan melepaskannya saat suhu menurun, sehingga daun pintu akan menyusut. Kedua, material logam yang terkena suhu panas dalam waktu lama akan memuai. Saat rongga antara pintu dan kusen atau lantai tidak cukup, daun pintu akan melengkung.
Bicara soal rongga, pemasangan pintu dengan ukuran rongga yang tepat akan meringankan gangguan pintu. Meski pintu mengalami pemuaian, pengguna tetap nyaman menggunakannya.
Dari penyebab tersebut, pintu memuai sebenarnya hal yang wajar dan bisa kembali pada ukurannya semula. Terutama jika paparan suhu dan kelembapan di sekitarnya tidak ekstrem. Namun jika faktor eksternal tidak membantu pintu kembali pada ukuran semula, Anda bisa mengatasinya dengan beberapa langkah di bawah ini.
Cara Mengatasi Pintu yang Terlanjur Memuai
1. Penjemuran
Penjemuran adalah salah satu cara untuk mengembalikan ukuran pintu. Terutama pada pintu yang menyerap kelembapan dengan mudah seperti pada pintu kayu. Pastikan Anda meletakkannya pada tempat dengan cahaya matahari yang rata.
Namun jika material pintu logam, maka pintu yang bertambah ukuran perlu dihindarkan dari cahaya matahari langsung berlebihan.
2. Penyerutan atau Pemotongan
Jika cara di atas kurang memberikan hasil yang signifikan, maka itu menjadi tanda bahwa Anda perlu mengurangi ukuran pintu yang terlanjur memuai. Penyerutan pada pintu kayu dan pemotongan pada pintu logam harus dilakukan secara presisi. Selain untuk menjaga estetika pintu, hal ini juga agar fungsi keamanan pintu tidak berkurang.
3. Pemasangan Kembali dengan Ukuran yang Tepat
Setelah dilakukan pengubahan ukuran daun pintu, Anda juga perlu memperhatikan ukuran ruang antara sisi paling bawah pintu dengan lantai sudah cukup. Sehingga pintu akan tetap berfungsi dengan baik meski mengalami pemuaian kembali.

Cara Meminimalisirnya
Karena perubahan suhu dan kelembapan menjadi hal yang cukup sering terjadi setiap hari, ada baiknya Anda melakukan beberapa tips berikut untuk meminimalisir terjadinya pemuaian.
1. Pemilihan Material
Jangan jadikan pemuaian ini hambatan untuk Anda dalam memilih material pintu. Jika Anda menghendaki material kayu, pilih kayu dengan kualitas terbaik yang sudah melalui proses pengeringan dengan tepat. Sedangkan untuk pintu logam, hindari peletakan pintu pada lokasi yang mendapat banyak paparan sinar matahari dalam waktu yang lama. Anda bisa memilih pintu komposit (WPC) atau pintu fiberglass dengan bahan yang tahan lama, tangguh, dan anti rayap. Termasuk lebih kuat menghadapi suhu di sekitarnya.
2. Teknik Pemasangan yang Tepat
Selanjutnya adalah dengan memastikan teknik pemasangan daun pintu yang dilakukan telah benar. Perhatikan jarak atau rongga antara daun pintu dengan kusen dan lantai rumah.
3. Pemberian Lapisan Pelindung dan Penyegelan
Cara meminimalisir efek pemuaian berikutnya adalah dengan melakukan perawatan secara berkala. Perawatan yang banyak disarankan adalah dengan memberikan lapisan cat pelindung yang tahan air. Selain itu, Anda juga bisa melakukan penyegelan dengan karet khusus agar suhu dan kelembapan udara di dalam ruangan tetap stabil.
4. Penambahan Aksesoris Khusus
Salah satu aksesoris pintu tambahan yang perlu dipertimbangkan adalah door closer. Perangkat sederhana ini berfungsi untuk menutup pintu secara otomatis. Penghuni rumah hanya perlu menggerakkan daun pintu dengan ringan dan pintu akan tertutup. Manfaat pertama dari alat ini adalah untuk menurunkan intensitas perubahan suhu dan kelembapan karena adanya pertukaran udara dari luar dan dalam ruangan.
Selain itu, perangkat ini juga cocok digunakan untuk pintu yang kerap seret pada pagi hingga siang hari akibat pemuaian. Door closer akan membantu mendorong pintu lebih kuat meski pintu sedang memuai. Tentu saja perangkat ini juga akan meningkatkan keamanan dan kenyamanan semua penghuni rumah.

Rekomendasi Door Closer Terbaik
Menyambung poin terakhir, aksesoris door closer yang direkomendasikan adalah produk dari Onassis dan Bellucci. Dengan seri produk DC/ONS 068 SY-HO dan DC/ONS 068 DR-SY, perangkat ini menggunakan material aluminium yang tahan karat sehingga lebih tahan lama. Meski material ini tergolong ringan, penutup pintu ini dapat mendorong pintu dengan berat maksimal mencapai 50 kg. Untuk memastikan Anda mendapatkan produk yang asli, kunjungi toko resmi Onassis di Tokopedia.

