Ketika Anda hendak mencuci piring atau bahan makanan, ternyata aliran air tidak mengalir deras. Tentu saja, ini menjadi masalah sehingga Anda akan memakan waktu yang lebih lama. Ada baiknya Anda perlu memahami bagaimana cara membuat air keran menjadi kencang.
Hal tersebut menjadi penting apabila tiba-tiba aliran air menjadi lambat. Bahkan, yang ekstrim sampai saluran air macet dan mampet. Nah, daripada memanggil tukang, ada baiknya Anda membenahinya sendiri.
Oleh karena itu, untuk membantu Anda dalam memahami cara membuat air keran menjadi kencang, artikel di bawah ini akan menjelaskan hingga tuntas. Simak selengkapnya hanya di Onassis.
Cara Membuat Air Menjadi Kencang
Ada beberapa cara untuk membuat air menjadi kencang, yaitu:
a. Pengelolaan Sumber Air
Ada dua hal yang perlu Anda ketahui mengenai pengelolaan sumber air. Pertama, dari air sumur dan kedua, dari air dari PDAM. Jika Anda merasa air tidak lagi deras dan kencang, Anda bisa mengecek sumur. Apakah sumurnya kering atau tidak.

Sumber: pexels.com
Kemudian, jika Anda menggunakan atau mengambil air dari PDAM, Anda bisa melihat apakah ada saluran air yang bocor. Jika terjadi kebocoran, Anda bisa komplain ke PDAM untuk membenahinya.
b. Penempatan Toren
Hal kedua yang bisa Anda lakukan adalah memeriksa toren. Sebagai wadah penampung air, toren berfungsi untuk mengelola air masuk dan keluar. Oleh karena itu, Anda bisa menempatkan toren dengan baik. Tinggi atau rendahnya penempatan toren akan menentukan air yang masuk dan keluar.
Apalagi jika toren yang Anda gunakan tidak tersambung dengan mesin pendorong air. Maka, usahakan sesuaikan dengan baik penempatannya. Semakin tinggi toren maka semakin besar pula tekanan yang dialirkan. Akhirnya, air yang keluar dari toren mengalir dengan kencang.
c. Kurangi Belokan pada Pipa
Pada dasarnya, penempatan pipa sama seperti selang air. Jika selang terlalu lama banyak belokan atau berkelok, akan membuat air menjadi tidak kencang. Hal seperti itu persis apa yang ada di pipa. Ketika terlalu banyak belokan pada pipa, justru akan membuat aliran air tidak segera sampai tujuan.
Baca Juga: 7 Cara Memasang Kran Air agar Menjadi Kencang
Maka dari itu, hindari rangkaian pipa yang berbelok-belok supaya tidak mengurangi aliran air.
d. Penyesuaian terhadap Ukuran Pipa
Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah mengecek ukuran pipa. Jika ukurannya terlalu kecil, akan menyulitkan aliran air sehingga menjadi tidak kencang. Oleh karena itu, coba cek lubang hulu dan sesuaikanlah dengan ukuran pipa.
Jangan sampai lubang hulu justru lebih besar daripada ukuran pipa sehingga menyulitkan air untuk keluar dan alirannya menjadi kecil.
e. Hilangkan Endapan Kotoran pada Saluran Air
Hal yang cukup mengganggu saluran air sehingga alirannya menjadi tidak kencang adalah endapan kotoran. Maka dari itu, Anda perlu membersihkannya secara berkala sehingga tidak terjadi endapan kotoran. Jika terjadi seperti itu, bukan hanya aliran air tidak kencang melainkan juga aroma yang dihasilkan tidak sedap.

Sumber: pexels.com
Hal ini tentu saja akan mengganggu Anda dan penghuni rumah ketika hendak mandi atau membersihkan peralatan rumah tangga.
f. Gunakan Pompa Pendorong Air
Hal terakhir yang bisa Anda lakukan adalah menggunakan pompa pendorong air. Ini cara yang cukup efektif karena baik keran air biasa, shower, maupun water heater. Sebab, dengan pompa pendorong air maka akan membuat aliran air menjadi kencang kembali.
Baca Juga: 6 Alasan Kenapa Air Kran Keluar Kecil
Itulah enam hal yang perlu Anda ketahui tentang cara membuat air menjadi kencang. Ketika Anda mengalami masalah air kembali, coba terapkanlah tips ini sehingga air kembali menjadi kencang.
Untuk menunjang segala kebutuhan rumah tangga Anda, Onassis sebagai penyedia hardware terbaik di Indonesia memiliki sejumlah rekomendasi untuk Anda. Rekomendasi ini dapat Anda terapkan di kamar tamu, kamar mandi, hingga ruang keluarga.
Jika ingin mengetahui lebih banyak tentang Onassis, silakan berkunjung di sini. Guna mendapatkan harga terbaik yang ditawarkan Onassis, kunjungi official shop Onassis.

